ISD dan IPS
Ilmu sosial dasar adalah pengetahuan yang menafsirkan
masalah-masalah sosial. Seperti halnya pada program atau pengerjaan yang
khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan atau pengajaran dalam ilmu sosial
dasar.
Tujuannya untuk mahasiswa
agar mahasiswa dapat memahami dan menyadari kenyataan-kenyataan sosial dan
masalah-masalah sosial yang ada di dalam masyarakat dan peka terhadap masalah
sosial ikut serta dalam usaha menaggulanginya.
Ilmu pengetahuan sosial adalah ilmu yang mempelajari
tentang unsur-unsur atau nilai-nilai dari berinteraksi sosial, nilai kehidupan
kita dalam melakukan suatu kegiatan berpikir menjadi orang yang memiliki rasa
nilai teggang rasaan sesama manusia.
Tujuannya untuk membentuk
pengetahuan dan keterampilan intelektual. Dan kelompok dari sejumlah mata
pelajaran seperti geografi, ekonomi, fisika, dll.
Persamaannya :
merupakan bahan studi untuk kepentingan program
pendidikan
keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan
sosial dan masalah sosial
Perbedaannya :
Ilmu sosial dasar diberikan di Perguruaan tinggi kalau
Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan.
Ilmu Sosial dasar diarahkan kepada pembentukan sikap
dan kepribadian, sedang ilmu pengetahuan social diarahkan kepada pembentukan
pengetahuan dan keterampilan intelektual.
Ruang Lingkup ISD merupakan mata kuliah yang diberikan
untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep
yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap,
persepsi, penalaran sosialnya dapat dikembangkan dan dapat lebih peka lagi
terhadapnya.
ISD meliputi 2 kelompok utama yaitu manusia dan masyarakat, dan
juga studi lembaga-lembaga sosial.
Pertumbuhan
Penduduk
Perkembangan jumlah penduduk dunia sejak tahun 1830
sampai tahun 2006:
|
Tahun
|
Jumlah penduduk
|
Perkembangan perthanun
|
|
1830
|
1 miliyard
|
-
|
|
1930
|
2 miliyard
|
1%
|
|
1960
|
3 miliyard
|
1,7%
|
|
1975
|
4 miliyard
|
2,2%
|
|
1987
|
5 miliyard
|
2%
|
|
1996
|
6 miliyard
|
2%
|
|
2006
|
7 miliyard
|
2%
|
Dari
tabel diatas, dapat diambil bahwa dari tahun 1830-1930 pada kurun waktu 100
tahun mengalami penggandaan penduduk, sedangkan dari tahun 1930-1975 pada kurun
waktu hanya 45 tahun telah mengalami penggandaan. Ini menunjukkan bahwa
penggandaan semakin cepat berlangsung.
Jika
dilihat dari tabel perkembangan penduduk diatas, dari tahun ke tahun
pertumbuhan penduduk semakin cepat. Penggandaan penduduk (double population)
jangka waktunya makin singkat. Bertambah cepatnya pengandaan penduduk tersebut
dapat dilihat pada tabel berikut:
|
Tahun penggadaan
|
Perkiraan penduduk dunia
|
waktu
|
|
800 SM
|
5 juta
|
-
|
|
1650 tahun
|
500 juta
|
1500
|
|
1830 tahun
|
1 miliyard
|
180
|
|
1930 tahun
|
2 miliyard
|
100
|
|
1975 tahun
|
4 miliyard
|
45
|
Faktor-Faktor
Demografi yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk
Waktu
penggandaan penduduk dunia selanjutnya diperkirakan 35 tahun.
Penambahan/pertambahan penduduk di suatu daerah atau negara pada dasarnya
dipengaruhi oleh faktor-faktor demografi sebagai berikut:
1.
Kematian (Moralitas)
2.
Kelahiran (Fertilitas)
3.
Migrasi
Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut
diukur dengan tingkat/rate. Tingkat/rate ialah kejadian dari peristiwa yang
menyatukan dalam bentuk perbandingan. Biasanya perbandingan ini dinyatakan
dalam tiap 1000 penduduk.
1. Kematian (Moralitas)
Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia
secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk
menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka
kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian
(pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).
2. Kelahiran(Fertilitas)
Pengukuran fertilitas tidak sesederhana dalam
pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut :
Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup karena banyaknya bayi-bayi
yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran, tidak dicatatkan dalam
peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.
·
Makin tua umur wanita tidaklah berarti, bahwa
kemungkinan mempunyai anak makin menurun.
·
Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang
anak (tetapi meninggal hanya sekali).
· Di dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu
orang saja. Tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melakukan.
· Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada
beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung
kelahiran (pro natalitas)
Angka kelahiran
Angka kelahiran yaitu angka yang
menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap 1000 penduduk dalam waktu
satu tahun.
3. Migrasi
Migrasi
merupakan akibat dari keadaan lingkungan alam yang kurang menguntungkan.
Sebagai akibat dan keadaan alam yang kurang menguntungkan menimbulkan
terbatasnya sumber daya yang mendukung penduduk di daerah tersebut.
Faktor-faktor migrasi adalah sebagai berikut:
Faktor-faktor migrasi adalah sebagai berikut:
·
Persediaan
sumber alam
·
Lingkungan
sosial budaya
·
Potensi
ekonomi
·
Alat masa
depan
Secara umum
Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu
tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau
batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi
diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara)
ke daerah (negara) lain.
Rumus
Tingkat Kematian Kasar
CDR = D/P x
K
Ket :
CDR
= Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D
= Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P
= Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K
= Bilangan konstan 1000
Rumus
Tingkat Kematian Khusus
ASDRx =
Dx/Px x K
Ket :
ASDRx
= Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx
= Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px
= Jumlah Penduduk pada umur tertentu
K
= Bilangan konstan 1000
Rumus yang
digunakan untuk menghitung Angka Kelahiran yaitu:
CBR = B/P x
K
Ket :
CBR
= Crude Birth Rate (Angka Kelahiran Kasar)
B
= Jumlah kelahiran dalam satu tahun
P
= Jumlah seluruh penduduk pada pertengahan tahun
K
= Bilangan konstan 1000
Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan
jenis kelamin dan umur penduduk, padahal yang dapat melahirkan hanya penduduk
wanita.
Angka
kelahiran menurut kelompok umur (Age Specific Fertiliy Rate)
Rumus yang
digunakan untuk menghitung yaitu:
ASFRx =
Bx/Pfx x k
Ket :
ASFRx
= Angka kematian menurut kelompok umur x
Bx
= Jumlah Kelahiran dari wanita pada kelompok umur x
Pfx
= Jumlah wanita pada kelompok umur x
K
= Bilangan konstan 1000
X
= Umur wanita kelompok umur tertentu yang umumnya
dihitung tiap 5 tahun seperti 15 – 19 tahun, 20 – 24 tahun dan seterusnya
Dengan rumus
tersebut kita dapat mengetahui kelompok umur mana yang paling banyak terjadi
kelahiran. Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi
wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan
anak.
Secara umum Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan
tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas
administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi
internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang
relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain.
Macam-Macam Migrasi:
1. Migrasi masuk (in migration), yaitu
masuknya penduduk ke suatu daerah tujuan
2. Migrasi keluar (out migration),
yaitu perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah asal
3. Migrasi neto (net migration), yaitu
merupakan selisih antara jumlah migrasi masuk dan migrasi keluar
4. Migrasi bruto (gross migration),
yaitu jumlah migrasi masuk dan migrasi keluar
5. Migrasi total (total migration),
yaitu seluruh kejadian migrasi, mencakup migrasi semasa hidup dan migrasi
pulang
6. Migrasi internasional (international
migration), yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain
7. Migrasi semasa hidup ((life time
migration), yaitu migrasi berdasarkan tempat kelahiran. Mereka yang pada waktu
pencacahan sensus bertempat tinggal didaerah yang berbeda dengan daerah tempat
lahirnya
8. Migrasi parsial (partial migration),
yaitu jumlah migran ke suatu daerah tujuan dari daerah asal atau dari daerah
asal ke satu daerah tujuan
9. Arus migrasi (migration stream),
yaitu jumlah atau banyaknya perpindahan yang terjadi dari daerah asal ke daerah
tujuan dalam jangka waktu tertentu
10. Urbanisasi (urbanization), yaitu
bertambahnya proposisi penduduk yang berdiam didaerah kota yang disebabkan oleh
proses perpindahan penduduk ke kota dan atau akibat dari perluasan kota
11. Transmigrasi (transmigration), yaitu
pemindahan dan perpindahan penduduk dari suatu daerah untuk menetap ke daerah
lain yang ditetapkan didalam wilayah RI guna kepentingan pembangunan negara
atau karena alasan-alasan yang dipandang perlu oleh pemerintah berdasarkan
ketentuan yang diatur dalam undang-undang.
Perkembangan Budaya di Indonesia
Seperti yang kita ketahui, perkembangan budaya
indonesia salalu saja naik dan turun. Pada awalnya, indonesia sangat banyak
mempunyai peninggalan budaya dari nenek moyang kita terdahulu, hal seperti
itulah yang harus dibanggakan oleh penduduk indonesia sendiri, tetapi
sekarang-sekarang ini budaya indonesia agak menurun dari sosialisasi penduduk
kini telah banyak yang melupakan apa itu budaya Indonesia. Semakin majunya arus
globalisasi rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang, dan ini sangat
berdampak tidak baik bagi masyarakat asli Indonesia. Terlalu banyaknya
kehidupan asing yang masuk ke Indonesia, masyarakat kini telah berkembang
menjadi masyarakat modern.. namun akhir-akhir ini indonesia semakin gencar
membudidayakan sebagian budaya indonesia, buktinya, masyarakat luar lebih
mengenal budaya indonesia dibandingkan masyarakat indonesia. Sebagai contoh
adalah batik hasil dari budaya indonesia, batik tersebut belakangan ini
termasuk bahan-bahan yang diminati oleh masyarakat luar. Muncul trend ini
dikarenakan batik telah diresmikan bahwa batik tersebut telah ditetapkan oleh
UNESCO pada hari jumat tanggal 02 oktober 2009 sebagai warisan budaya
indonesia, dan hari itulah ditetapkannya sebagai hari batik nasional. Ada
sejumlah kekuatan yang mendorong terjadinya perkembangan sosial budaya
masyarakat Indonesia. Secara kategorikal ada 2 kekuatan yang mmicu perubahan
sosial, Petama, adalah kekuatan dari dalam masyarakat sendiri (internal
factor), seperti pergantian generasi dan berbagai penemuan dan rekayasa
setempat. Kedua, adalah kekuatan dari luar masyarakat (external factor),
seperti pengaruh kontak-kontak antar budaya (culture contact) secara langsung
maupun persebaran (unsur) kebudayaan serta perubahan lingkungan hidup yang pada
gilirannya dapat memacu perkembangan sosial dan kebudayaan masyarakat yang
harus menata kembali kehidupan mereka
Budaya barat: Budaya yg berasal dari kebiasaan/adat
(ciri khasnya) di Negara bagian Barat (seperti Eropa dan A.S.) sedang Budaya
Timur: Budaya yg berasal dari suatu kebiasaan/adat (ciri khasnya) di wilayah
Negara bagian Timur (Asia). Intinya, adalah budaya (kebiasaan adat) yg dibawa
sesuai dengan ciri khas Negara itu sendiri, bisa modern maupun tradisional.
Individu, Keluarga dan Masyarakat
Individu
adalah organisme tunggal yang termasuk dalam spesies tertentu
populasi
adalah kumpulan individu sejenis yang berkumpul dan hidup pada suatu daerh dan
waktu tertentu
komunitas
adalah suatu kumpulan dari berbagai populasi pada suatu kawasan tertentu yang
saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain
Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan ukuran, meliputi volume,
bobot, dan jumlah sel yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali
ke asal) dan dapat diukur dengan alat ukur
Secara umum, faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dibagi atas dua yakni:
● FAKTOR
INTERNAL
● FAKTOR
EKSTERNAL
Faktor
Internal: adalah faktor yang asalnya dari dalam tubuh tumbuhan itu sendiri
dalam bentuk gen juga hormon tumbuh. Tumbuhan memiliki sejumlah hormon
pertumbuhan antara lain auksin, giberalin, sitokinin, gas etilen, asam
absiasat, rhizokalin, kaulokalin dan lain lain.
Faktor
Eksternal: adalah faktor yang asalnya dari luar tubuh tumbuhan berupa cahaya,
kelembapan, suhu dan juga nutrisi.
1. Fungsi biologis Untuk meneruskan keturunan
Memelihara dan membesarkan anak.Memenuhi kebutuhan gizi keluarga.Memelihara dan
merawat anggota keluarga.
2. Fungsi Psikologis Memberikan kasih sayang dan rasa
aman.Memberikan perhatian diantara anggota keluarga.Membina pendewasaan
kepribadian anggota keluarga.Memberikan Identitas anggota keluarga.
3. Fungsi Sosialisasi Membina sosialisasi pada anak.
Membentuk norma-norma perilaku sesuai dengan tingkat perkembangan
anak.Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.
4. Fungsi Ekonomi Mencari sumber-sumber penghasilan
untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga
untuk memenuhi kebutuhan keluarga.Menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di
masa yang akan datang, misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua,
dsb.
5. Fungsi Pendidikan
a. Menyekolahkan anak untuk memberi pengetahuan,
keterampilan dan membentuk perilaku anak sesuai bakat dan minat yang
dimilikinya.
b. Mempersiapkan anak-anak untuk kehidupan dewasa yang
akan datang dalam memenuhi peranannya sebagai orang dewasa.
c. Mendidik anak sesuai dengan tingkat
perkembangannya.
6. Fungsi Ekonomis Tugas kepala keluarga dalam hal ini
adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga
yang lain, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur
penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan
keluarga.
7. Fungsi Rekreatif Tugas keluarga dalam fungsi
rekreasi ini tidak harus selalu pergi ke tempat rekreasi, tetapi yang penting
bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga sehingga dapat
dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman
masing-masing, dsb.
Keluarga
adalah sekumpulan manusia yang tediri dari ayah,ibu,anak.
keluarga
akan tumbuh jika ada keinginan tuhan dan umatnya,keluarga juga bisa dikatakan
sebagai umat manusia yang diciptakan oleh Alllah SWT. untuk menjadi sebuah
keluarga.
Masyarakat adalah
sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup
(atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara
individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
1. Golongan Masyarakat
Tradisional
Masyarakat
tradisional adalah masyarakat yang hidup masih berdasarkan tradisi-tradisi lama
yang belum terkena perubahan-perubahan modern. Mereka hidup masih berdasarkan
warisan dari nenek moyang. Masyarakat ini juga bisa disebut dengan masyarakat
pedesaan.
2. Golongan Masyarakat Modern
Masyarakat modern adalah masyarakat yang orientasi budayanya sudah mengarah mengikuti peradaban dunia. Perubahan budaya itu terjadi karena masuknya pengaruh budaya luar yang membawa kemajuan.
Pengaruh budaya tersebut sangat berpengaruh pada kemajuan pengetahuan dan teknologi . Masyarakat ini sering disebut juga sebagai masyarakat modern atau masyarakat kota.
3. Golongan Masyarakat Transisi
Yang terakhir adalah masyarak transisi. Masyarakat transisi adalah masyarakat yang mengalami perubahan dari masyarakt satu ke masyarakat yang lainnya. Contohnya masyarakat desa yang berpindah menjadi masyarakat kota. Hal ini disebabkan karena berpindah kerja dari petani menjadi pegawai pabrik.
Ciri-ciri masyarakat transisi adalah :
2. Golongan Masyarakat Modern
Masyarakat modern adalah masyarakat yang orientasi budayanya sudah mengarah mengikuti peradaban dunia. Perubahan budaya itu terjadi karena masuknya pengaruh budaya luar yang membawa kemajuan.
Pengaruh budaya tersebut sangat berpengaruh pada kemajuan pengetahuan dan teknologi . Masyarakat ini sering disebut juga sebagai masyarakat modern atau masyarakat kota.
3. Golongan Masyarakat Transisi
Yang terakhir adalah masyarak transisi. Masyarakat transisi adalah masyarakat yang mengalami perubahan dari masyarakt satu ke masyarakat yang lainnya. Contohnya masyarakat desa yang berpindah menjadi masyarakat kota. Hal ini disebabkan karena berpindah kerja dari petani menjadi pegawai pabrik.
Ciri-ciri masyarakat transisi adalah :
·
Masyarakat sudah mulai terbuka menerima perubahan dan kemajuan
·
Adanya pergeseran pendidikan dan pola piker
·
Perubahan bidang pekerjaan
Masyarakat Industri
dan Non Industri
Masyarakat
Industri adalah masyarakat berkembang yang sudah menggunakan mesin pada
setiap aktifitasnya , mereka sudah mulai memakai mesin untuk setiap industrinya
, misalnya mereka mesin penggiling padi untuk memisahkan beras dari gabahnya
Masyarakat non industri adalah masyarakat sederhana yang seluruh
pekerjaannya tidak menggunakan tenaga mesin atau industri, contohnya menumbuk
padi, contoh lain adalah mereka masih menggunakan kerbau untuk membajak sawah
Individu berasal dari kata latin, “individium” yang artinya
tak terbagi. Individu merupakan unit terkecil
pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga
bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah
lagi menjadi bagian yang lebih kecil.
Individu
memiliki hubungan yang erat dengan keluarga, yaitu dengan ayah, ibu, kakek,
nenek, paman, bibi, kakak, dan adik. Hubungan ini dapat dilandasi oleh nilai,
norma dan aturan yang melekat pada keluarga yang bersangkutan. Dengan adanya
hubungan keluarga ini, individu pada akhirnya memiliki hak dan kewajiban yang
melekat pada dirinya dalam keluarga.
Hubungan
individu dengan masyarakat terletak dalam sikap saling menjunjung hak dan
kewajiban manusia sebagai individu dan manusia sebagai makhluk sosial. Mana
yang menjadi hak individu dan hak masyarakat hendaknya diketahui dengan
mendahulukan hak masyarakat daripada hak individu.
Urbanisasi adalah
perbindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi juga dapat
diartikan sebagai perpindahan penduduk yang asalnya dari pedesaan menuju ke
perkotaan.
Terbatasnya kesempatan kerja atau lapangan kerja di
desa.Tanah pertanian di desa banyak yang sudah tidak subur atau mengalami
kekeringan.Kehidupan pedesaan lebih monoton (tetap/tidak berubah) daripada
perkotaan.Fasilitas kehidupan kurang tersedia dan tidak memadai.Upah kerja di
desa rendah.Timbulnya bencana desa, seperti banjir, gempa bumi, kemarau
panjang, dan wabah penyakit. Faktor Penarik dari Kota Faktor penarik dan kota
yang menyebabkan terjadinya urbanisasi sebagai berikut.Kesempatan kerja lebih
banyak dibandingkan dengan di desa.Upah kerja tinggi.Tersedia beragam fasilitas
kehidupan, seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, rekreasi, dan
pusat-pusat perbelanjaan.Kota sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, ilmu
pengetahuan, dan teknologi.
Komentar
Posting Komentar